Memontum.Com

pariwisata kabupaten jember

Hilang Seminggu Lebih, ABG Kepanjen Jadi LC Usai Disetubuhi Pacar

  • Selasa, 13 Februari 2018 | 18:07
  • / 27 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 100 kali
Hilang Seminggu Lebih, ABG Kepanjen Jadi LC Usai Disetubuhi Pacar
SEJOLI KEBABLASEN : Tersangka dan korban di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang. (ist) blur yang perempuan

Memontum Malang —Terjawab sudah kemana perempuan ayu berusia 16 tahun yang dikabarkan menghilang sejak pamit berangkat pendidikan sistem ganda (PSG), Senin (5/2/2018) lalu.  Bertemu sang pacar berinisial VR (18), korban disetubuhi dan diajak bekerja menjadi pemandu lagu (LC).

Pihak keluarga korban sempat mengkuatirkan keselamatan diri korban. Pencarian dilakukan bahkan dengan mengunggah informasi melalui media sosial Fesbuk dan Whatsapp (WA). Barulah Senin (12/2/2018) sore, terungkap keberadaan korban.

Menurut petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, keberadaan korban diketahui sejak adanya razia tempat karaoke. Sebab itu, keberadaannya diketahui pula oleh keluarga. Yakni di seputaran Jalan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam rilis pers kemarin siang, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda kepada wartawan menyebutkan bila pihaknya telah memanggil pihak keluarga korban dan memintai keterangan dua saksi teman korban.

Hasil pemeriksaan saksi-saksi dan korban didapat, korban menginap di rumah kos tersangka VR–yang tidak lain pacar korban. Selama dengan tersangka, korban disetubuhi lebih dari satu kali atas dasar suka sama suka.

Menurut AKP Adrian Wimbarda, korban juga diimingi-imingi bekerja menjadi pemandu lagu. Tarifnya Rp 200 ribu per dua jam. “Kami masih periksa keterangan dua temannya yang mengajak menjadi pemandu lagu,” urai Adrian.

Ditanya apakah ada unsur trefiking dalam kasus itu, Adrian menjelaskan pihaknya masih mendalami keterangan tersangka dan saksi-saksi. “Korban dan tersangka berpacaran. Pernah disetubuhi di kamar kos tersangka. Kami akan dalami apakah ada unsur trefiking,” terang Adrian.

Meski berlatar asmara, perbuatan menyetubuhi korban yang masih berumur 16 tahun merupakan perbuatan melanggar hukum. Akibatnya, tersangka dikenai Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional