Memontum.Com

pariwisata kabupaten jember

Panwaskab Diminta Maaf Pada Kyai Salwa, Surat Panggilan Dinilai Salah Fatal

  • Jumat, 30 Maret 2018 | 23:20
  • / 13 Rajab 1439
  • Dibaca : 34 kali
Panwaskab Diminta Maaf Pada Kyai Salwa, Surat Panggilan Dinilai Salah Fatal

Memomtum Bondowoso—- Kuasa Hukum KH Salwa Arifin yang juga sebagai Tim Divisi Hukum pemenangan Paslon Sabar, Achmad Husnus Sidqi SH MH menilai, surat panggilan Panwaskab yang ditujukan kepada KH Salwa Arifin terjadi kesalahan yang sangat fatal. Sehingga, KH. Salwa Arifin tidak menghadiri panggilan klarifikasi atas pelaporan pelanggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Ada tiga kesalahan dalam surat itu. Pertama, penyebutan nama KH Salwa Arifin yang menambahkan huruf Y menjadi Syalwa Arifin”, jelasnya. Kedua, lanjutnya, penyebutan nama Desa, yang seharusnya Desa Tangsil Wetan menjadi Tangsil Setan. Yang ketiga, kesalahan alamat yang tercantum pada surat di poin 2 yang seharusnya Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari ditulis Desa Kembang.

Husnus menjelaskan, KH Salwa Arifin dilaporkan, dituding telah menghina Paslon Dhafir-Dayat saat melakukan kampanye di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari pada tanggal 23 Maret yang lalu. Hari ini, KH Salwa Arifin diminta hadir untuk memberikan klarifikasi atas laporan itu. Namun, dikarenakan ada kesalahan fatal pada surat panggilan, KH Salwa Arifin tidak hadir memenuhi panggilan Panwaskab.

“Panggilan itu menurut kami tidak memenuhi syarat formil. Sebetulnya, KH Salwa Arifin mau menghadiri panggilan itu,” ujar Husnus. Husnus meminta, Panwaskab segera membuat surat permohonan maaf secara tertulis terhadap kesalahan penyebutan nama desa maupun nama KH Salwa Arifin.

Baik kepada KH Salwa Arifin secara personal maupun kepada tim pemenangan Paslon SABAR. Sementara itu, Ketua Panwaskab Fricas Abdillah mengaku, kesalahan terhadap surat panggilan murni salah ketik.Tidak ada unsur kesengajaan. Kata dia, karena keypad antara huruf w dan s berdampingan. Semua terjadi dikarenakan keterbatasan Personil Panwas dalam melaksanakan tugasnya.

“Atas nama Panwaskab, kami minta maaf”, jelasnya. “Disamping keterbatasan personil, surat itu murni salah ketik. Tidak ada unsur kesengajaan. Kita secara resmi akan membuat surat permohonan maaf itu,” terangnya. (sam/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional