Memontum.Com

pariwisata kabupaten jember

Gus Ipul: Medsos Bisa Jadi Wadah Dakwah Baru Bagi Para Ulama

  • Kamis, 23 November 2017 | 22:12
  • / 4 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 52 kali
Gus Ipul: Medsos Bisa Jadi Wadah Dakwah Baru Bagi Para Ulama
Wagub Jatim buka Rakerda MUI 2017 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Memontum Surabaya–Media Sosial (Medsos) bisa menjadi wadah dakwah baru bagi para ulama. Perkembangan teknologi yang baru, menyebabkan medsos menjadi sarana masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi. Setiap orang bisa menemukan apapun, bahkan yang tidak mungkin sekaligus. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Provinsi Jawa Timur, MUI Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (23/11/2017).

 

 

Ia menjelaskan, medsos menjadi pelarian saat dunia nyara begitu tidak menjanjikan. Ancaman bangsa seperti inilah tidak bisa dihadapi pemerintah sendiri, tapi juga memerlukan peran semua elemen masyarakat. Salah satunya, para ulama bisa mengisi dakwah melalui medsos dengan segala kesempatan yang ada.

 

 

Dicontohkan, ketika Ketua Umum MUI Jatim menyampaikan pidato, sambutan, atau dakwah bisa langsung disebarkan pada medsos dan dunia maya agar bisa menginspirasi.

 

Dakwah melalui medsos ini, lanjut Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim, senada dengan fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Ini harus terus disosialisasikan secara efektif kepada masyarakat.

 

Gus Ipul berharap, fatwa tersebut bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi berita bohong atau hoax dan mengarah pada upaya adu domba di tengah masyarakat.

 

Dihadapan peserta Rakerda, Gus Ipul menyadari sepenuhnya bahwa Pemprov Jatim dalam melaksanakan tugas-tugasnya harus ditopang oleh semua komponen termasuk MUI maupun ormas-ormas Islam di tanah air. “Tidak semua bisa dilakukan oleh pemerintah. MUI bisa ikut membantu mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui program-programnya,” tuturnya.

 

Untuk itu, ia menilai tidak cukup anggaran Rp. 1 milyar per tahun untuk MUI Jatim dengan melihat permasalahan, perkembangan dan kebutuhan hari ini. “Saya berharap minimal dari provinsi nantinya memberikan anggaran Rp. 5 milyar per tahun kepada MUI Jatim yang telah melakukan berbagai hal,” imbuhnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Jatim KH. Abdussomad Buchori mengatakan, Rakerda kali ini mengangkat tema “Pemantapan Aqidah, Penguatan Ukhuwah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”. Hasil Rakerda ini akan dibawa ke tingkat nasional. (gd/nhs/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional